Rabu, 12 Desember 2018

Installasi Ubuntu Eterprise Cloud 10.04




Pengertian Cloud Computing
Cloud Computing atau komputasi awan merupakan kombinasi pemanfaatan teknologi komputer dengan pengembangan berbasis internet. Sebutan cloud sendiri merupakan sebuah istilah yang diberikan pada teknologi jaringan internet.
Pada teknlogi komputasi berbasis awan semua data berada dan disimpan di server internet, begitu juga dengan aplikasi ataupun software yang pada umumnya dibutuhkan pengguna semuanya berada di komputer server. Pengguna harus terhubung ke internet untuk bisa mengakses dan menjalakan aplikasi yang berada di server tersebut.
Dengan kata lain pengguna bisa saja hanya menyediakan sebuah komputer dan perangkat jaringan internet untuk bisa terhubung ke server internet dan menyimpan data di komputer server tanpa harus menyediakan hardisk yang berkapasitas besar pada komputernya sendiri untuk menyimpan datanya, begitu juga dengan program aplikasi katakanlah seperti Microsoft Office, Excel dan lain sebagainya pengguna bisa menjalankan aplikasi tersebut di server internet sehingga tidak perlu repot-repot untuk menginstal aplikasi tersebut di komputernya sendiri.
Berdasarkan jenis layanan-nya, Cloud Computing dibagi menjadi 3 (tiga) macam, yaitu:
Software as a Service (SaaS)
Adalah salah satu layanan dari Cloud Computing dimana kita tinggal memakai software (perangkat lunak) yang telah disediakan. User hanya tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik. Contoh, layanan email publik (Gmail, YahooMail, Hotmail), social network (Facebook, Twitter, LinkedIn) instant messaging (Yahoo Messenger, Skype, Line, WhatsApp) dan masih banyak lagi yang lain. Dalam perkembangan-nya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya kita bisa nikmati dengan menginstall aplikasi tersebut di komputer kita (on-premise) mulai sekarang bisa kita nikmati lewat Cloud Computing. 
Keuntungan-nya, kita tidak perlu membeli lisensi dan tinggal terkoneksi ke internet untuk memakai-nya. Contoh, Microsoft Office yang sekarang kita bisa nikmati lewat Office 365, Adobe Suite yang bisa kita nikmati lewat Adobe Creative Cloud.

Platform as a Service (PaaS)

Adalah layanan dari Cloud Computing kalau kita analogikan dimana kita menyewa “rumah” berikut lingkungan-nya (sistem operasi, network, database engine, framework aplikasi, dll), untuk menjalankan aplikasi yang kita buat. Kita tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah” tersebut. Yang penting aplikasi yang kita buat bisa berjalan dengan baik di “rumah” tersebut. Untuk pemeliharaan “rumah” ini menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan. Sebagai analogi, misal-nya kita sewa kamar hotel, kita tinggal tidur di kamar yang sudah kita sewa, tanpa peduli bagaimana “perawatan” dari kamar dan lingkungan-nya. Yang penting, kita bisa nyaman tinggal di kamar itu, jika suatu saat kita dibuat tidak nyaman, tinggal cabut dan pindah ke hotel lain yang lebih bagus layanan-nya. Contoh penyedia layanan PaaS ini adalah: Amazon Web ServiceWindows Azure,  bahkan tradisional hosting-pun merupakan contoh dari PaaS.
Keuntungan dari PaaS adalah kita sebagai pengembang bisa fokus pada aplikasi yang kita buat, tidak perlu memikirkan operasional dari “rumah” untuk aplikasi yang kita buat.
Infrastructure as a Service (IaaS)

Adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (komputasi, storage, memory, network). Kita bisa definisikan berapa besar-nya unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage), memory (RAM), bandwith, dan konfigurasi lain-nya yang akan kita sewa.
Mudah-nya, IaaS ini adalah menyewa komputer virtual yang masih kosong, dimana setelah komputer ini disewa kita bisa menggunakan-nya terserah dari kebutuhan kita. Kita bisa install sistem operasi dan aplikasi apapun diatas-nya.
Contoh penyedia layanan IaaS ini adalah: Amazon EC2, Windows Azure (soon), TelkomCloud, BizNetCloud, dan sebagainya.
Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik, dan konfigurasi komputer virtual tersebut bisa kita rubah (scale up/scale down) dengan mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan beban, kita bisa tambahkan CPU, RAM, Storage dan lainnya dengan segera.


Cara Kerja Sistem Cloud Computing
Sistem Cloud bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Infrastruktur seperti media penyimpanan data dan juga instruksi/perintah dari pengguna disimpan secara virtual melalui jaringan internet kemudian perintah – perintah tersebut dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah perintah diterima di server aplikasi kemudian data diproses dan pada proses final pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen dapat merasakan manfaatnya.
Contohnya lewat penggunaan email seperti Yahoo ataupun Gmail. Data di beberapa server diintegrasikan secara global tanpa harus mendownload software untuk menggunakannya. Pengguna hanya memerlukan koneksi internet dan semua data dikelola langsung oleh Yahoo dan juga Google. Software dan juga memori atas data pengguna tidak berada di komputer tetapi terintegrasi secara langsung melalui sistem Cloud menggunakan komputer yang terhubung ke internet.


Cara Kerja Sistem Cloud Computing
Sistem Cloud bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Infrastruktur seperti media penyimpanan data dan juga instruksi/perintah dari pengguna disimpan secara virtual melalui jaringan internet kemudian perintah – perintah tersebut dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah perintah diterima di server aplikasi kemudian data diproses dan pada proses final pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen dapat merasakan manfaatnya.
Contohnya lewat penggunaan email seperti Yahoo ataupun Gmail. Data di beberapa server diintegrasikan secara global tanpa harus mendownload software untuk menggunakannya. Pengguna hanya memerlukan koneksi internet dan semua data dikelola langsung oleh Yahoo dan juga Google. Software dan juga memori atas data pengguna tidak berada di komputer tetapi terintegrasi secara langsung melalui sistem Cloud menggunakan komputer yang terhubung ke internet.


Manfaat Cloud Computing Serta Penerapan Dalam Kehidupan Sehari – hari
Setelah penjabaran definisi singkat diatas tentu penggunaan teknologi dengan sistem cloud cukup memudahkan pengguna selain dalam hal efisiensi data, juga penghematan biaya. Berikut manfaat manfaat yang dapat dipetik lewat teknologi berbasis sistem cloud.
1. Semua Data Tersimpan di Server Secara Terpusat
Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tak perlu repot repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/storage dll karena semua telah tersedia secara virtual.

2.    Keamanan Data
Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dll

3.    Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi
Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan salah satu praktisi IT kenamaan dunia, mendiang Steve Jobs mengatakan bahwa membeli memori fisik untuk menyimpan data seperti hardisk merupakan hal yang percuma jika kita dapat menyimpan nya secara virtual/melalui internet.

4.    Investasi Jangka Panjang
Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi berbasis Cloud.
Penerapan Cloud Computing telah dilakukan oleh beberapa perusahaan IT ternama dunia seperti Google lewat aplikasi Google Drive, IBM lewat Blue Cord Initiative, Microsoft melalui sistem operasi nya yang berbasis Cloud Computing, Windows Azure dsb. Di kancah nasional sendiri penerapan teknologi Cloud juga dapat dilihat melalui penggunaan Point of Sale/program kasir.
Salah satu perusahaan yang mengembangkan produknya berbasis dengan sistem Cloud adalah DealPOS. Metode kerja Point of Sale (POS) ini adalah dengan mendistribusikan data penjualan toko retail yang telah diinput oleh kasir ke pemilik toko retail melalui internet dimanapun pemilik toko berada.  Selain itu, perusahaan telekomunikasi ternama nasional, Telkom juga turut mengembangkan sistem komputasi berbasis Cloud ini melalui Telkom Cloud dengan program Telkom VPS dan Telkom Collaboration yang diarahkan untuk pelanggan UKM (Usaha Kecil-Menengah).

Pengrtian Ubuntu Enterprise Cloud (UEC)
Ubuntu merupakan salah satu distribusi sistem operasi berbasis linux yang dikembagkan dari linux Debian. Ubuntu server memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh distribusi linux lainnya, yaitu meluncurkan versi terbaru ubuntu setiap enak bulan sekali yang disertai paket-paket aplikasi terkini juga penggunaan kernel linux terbaru. Sistem operasi ubuntu Server dapat dipasang pada beberapa tipe arsitektur komputer diantaranya X86, AMD64, ARM, SPARC, PowerPC, Itanium64 bahkan pada Playstation3. Ubuntu Server 10.04 alias Lucid Lynx yang merupakan distribusi ubuntu dengan fitur terintegrasi Ubuntu Enterprise Cloud (UEC). Ubuntu versi UEC ini meningkatkan stabilitas pada kemampuan server cloud, baik cloud dengan jaringan Amazon atau cloud yang dengan jaringan mandiri. Eucalyptus sebagai pendukung cloud ini juga ikut ditingkatkan. 

Pembangunan Sistem Private Cloud
Alat dan Bahan yang digunakan
*Perangkat Keras yang digunakan
- Laptop Asus
- Prosessor intel Core i5

*Perangkat Lunak yang digunakan
- Virtualbox (hypervisor)
- Iso ubuntu enterprise cloud 10.04
- Windows 10

Persiapan di VirtualBox
 1. Siapkan image CD installer Ubuntu Server 10.04, biasanya berbentuk .iso
2. Siapkan VirtualBox, disini saya menggunakan VirtualBox 3.2.8


3. Pilih New, kemudian di OS Type pilih Operating System Linux dan Version Ubuntu. selanjutnya alokasikan Memory 2048 MB saja. Selanjutnya Pilih Create a virtual hard disk now,  lalu klik create


4.  Pilih Dynamically expanding storage dan alokasikan Size-nya lalu klik create.

5. Selanjutnya pilh settings, pilih storage, masukan CD/DVD ubuntu 10.04, klik ok

6. Kemudian Finish

Instalasi Ubuntu Enterprise Cloud (UEC) 10.04

Sekarang kita memasuki inti dari instalasi ini, instalasi servernya!!! Ini dia:

1. Pertama-tama akan ada beberapa pilihan install ubuntu, pilih install Ubuntu Interprise Cloud.

                                       
2. selanjutnya memilih bahasa yang akan digunakan, disini saya menggunakan bahasa Inggris alias English. Kemudian pilih United States





3. Kemudian akan muncul tampilan untuk mendeteksi layout keyboard, jika anda menggunakan keyboard buatan USA, pilih No aja


4. Pilih yang USA

5. USA lagi...


6.  Kemudian masukan nama alamat server yang ingin kita buat.

7. Kemudian masukkan ip pada cloud controller address.

8. pilih paket yang akan diinstall, pilih dengan menekan button space.

9. Pilih Guided - User entire disk and set up LVM. Keterangan untuk LVM dilain waktu akan saya berikan disini, tetapi untuk kali ini pilih LVM.


10.. Memiih disk, enter saja.

11.. Konfirmasi akan menulis settingan yang telah anda setting, pilih yes jika sudah benar settingnya sesuai yang anda gunakan


12.. Continue saja.

13.. Konfirmasi akan menulis settingan yang telah anda setting, pilih yes jika sudah benar settingnya sesuai yang anda gunakan

14.. Installing base system.


15.. Masukkan full username

16.  masukkan username account anda.

17.  masukkan password anda.

18.. Masukkan lagi password yang sama

19.. Kalau password lemah, akan tampil peringatan berikut...

20.. Apakah home direktori mau dienkripsi? Pilih saja tidak, kalau mau lebih aman pilih ya.
                                      


21.. Bagaimana anda ingin mengupgrade server? Jika server dalam proses production sebainya pilih no automatic updates.

22. masukkan nama Eucalyptus anda.

23. masukkan configurasi eucalyptus

24. Tunggu sampai installan software selesai.

25. configurasi grup-pc


26. Tunggu sampai installan selesai

27. setelah installan selesai. Akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Kemudian masukkan username dan password yang telah di setting tadi.


setelah melakukan penginstallan Ubuntu. maka lanjut ke konfigurasi dari Ubuntu Enterprise Cloud (UEC). Setelah selesai mengkonfigurasikan anda langsung dihubungkan dengan Ubuntu Enterprise Cloud melalui IP yang anda gunakan.

sekian pembahasan cara install ubuntu enterprise cloud 10.04 
semoga bermanfaat ^_^

selanjutnya untuk Proses Konfigurasi Ubuntu Enterprise Cloud dapat mengklik tautan klik disini
jika ingin melihat user mengakses sitem private cloud pada Ubuntu Enterprise Cloud klik disini